Friday, November 23, 2012

Aku, bukan kamu.

kalau boleh aku sombong, akulah yang paling berjuang untuk hubungan ini bukan kamu. aku yang berjuang agar nama kamu selalu terdengar baik, aku yang bersabar mendengar omongan sana-sini tentang kamu, aku yang selalu mendapatkan nasihat sana sini juga untuk menjauhi kamu, menghindar dari kamu, memutuskan hubungan diantara kita, nasihat yang selalu aku abaikan tentunya aku lakukan ini demi kamu. Bodoh mungkin karna aku sampai mengabaikan nasihat dari keluargaku sendiri demi kamu, tapi setiap kali aku bertemu kamu aku seolah-olah lupa dengan semua itu, semua kejadian buruk yang pernah aku dan kamu alami, yang ada hanya rasa bahagia yang terlalu dalam dan rasanya akan sangat sulit diungkapkan dengan kata-kata, aku bahagia seperti tak pernah mendapatkan kebahagiaan ini sebelumnya. Percayalah, aku sangat amat mencintai kamu, menyayangi kamu, dan aku yakin kamu akan selalu melakukan yang terbaik, berusaha dan berjuang demi mendapatkan restu dari keluarga ku. Sudah cukup aku saja yang mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari keluarga ku, walaupun sakit dikucilkan oleh keluargaku sendiri. Sementara kamu...... Ah sudahlah kamu cukup berfikir keras untuk membuat kedua orangtuaku bahwa masa depan anaknya ada pada kamu.

No comments:

Post a Comment