Saturday, February 9, 2013

Home...

Home.
"...To finally find something that makes you don't care about searching anymore.
To finally feel home."

Home is where us can be so lazy to get up even just to grab the ringing phone.
Home is where laughters become so loud but nobody can shut us up.
Home is where we can be ourselves, and not scare that somebody will judge us.
Home is where we feel so quite and calm, just serene and peaceful.
Home is where we are so eager to make it beautiful, decorate it with fairy-lights and romantic stuffs.
Home is where we feel like we don't want to live anywhere, but here.
Home is where our hearts belong.
My home is, you.

Thursday, February 7, 2013

Hai lelaki hebatku...

Hai lelaki hebatku

Lelahkah kamu seharian bekerja begitu giatnya?
Sampai tak terhitung waktu, tanpa melupakan aku?
Lelahkah kakimu berjalan?
Lafal namamu masih kuingat, ku sebut saat haru.

Mengucapnya dengan mantra sekaligus doa.
Berharap kebaikan hatiNya untuk selalu menjagamu.
Lalu memohon mengiba membawamu pulang hari ini.
Lalu memelukmu dan merengkuhmu.
Membantumu melepas lelahmu,
Membasuh peluhmu,
Mendengar ceritamu,
Dan berdoa bersama kamu.
Terlelap dalam mimpi.
Sampai aku harus melepasmu lagi esok hari.

Sunday, February 3, 2013

Aku akui kamu.........

'Tapi aku akui kamu wanita yang paling hebat'
'Dulu, cewek itu mau cantik kayak gimana pun aku nggak pernah sayang. Beda sama kamu, kamu mau pergi aja aku jagain terus'

Mendengar ucapan itu keluar dari mulutnya pelupuk mataku sudah tidak tertahan lagi ia ingin segera menjatuhkan air mata bahagianya. Mungkin terlihat agak mainstream tetapi begitulah hati ia tidak pernah berbohong, kalau ia merasakan bahagia yang teramat dalam ia tak akan kuasa menahan air mata bahagianya. Aku merasa wanita yang paling beruntung mempunyai dia, karena dia aku merasakan hidupku lebih bahagia. Dia yang selalu menjagaku, membuatku merasa nyaman, merasa bahagia, merasakan kasih sayang, perhatian, dan cinta tentunya. Dia satu-satunya pria yang tahan dengan sikap ke-egoisan ku, dan cuma dia yang paling sabar menghadapi aku:') terimakasih ya rabb engKau telah menghadirkan dia dihidupku, terimakasih karna engKau telah menitipkan kebahagiaanku bersamanya, menitipkan hidupku dengannya. Jagalah hubungan kami ya rabb, buatlah kami merasakan rasa bahagia setiap saatnya izinkanlah kami berusaha untuk menjadi sepasang kekasih yang halal dihadapanmu, akhirilah hubungan kami di depan penghulu, keluargaku, keluarganya dan saudara juga teman-teman kami. Bukakanlah pintu hati kedua orangtua ku ya rabb, amin amin ya rabbal alamin. Alasyu Hermansyah:):):)

Saturday, February 2, 2013

Pah, sudah pah...

Bukankah bahagia jika sepasang kekasih menjadi abadi dalam ikatan sebuah pernikahan. Siang tadi aku melihat sebuah perhatian sepasang kekasih yang mungkin sudah mempunyai cucu karna rambut mereka yang memutih sudah betumbuh banyak. Mereka berdua menaiki bus kopaja yang sudah merakyat bagi kalangan menengah seperti saya ini. 

'Brakkkkk'
'Aduh..' Si pasangan wanita itupun mengeluh kesakitan.
'Dasar supir sialan, kalau mau jalan itu hati-hati istri saya belum benar-benar turun hargai orang tua sedikit' ucap sang pasangan pria sembari mengangkat kedua kerah supir kopaja.
'Pah, sudah pah sudah mamah nggak kenapa-kenapa' sang pasangan wanita mencoba menenangkan. 

Mereka seperti pusat perhatian karna bus kopaja itu berhenti di tengah-tengah lampu merah tepat di jalur busway arah jatinegara. Si pasangan pria pun tak kuasa menahan amarahnya karena sang istri tercintanya terjatuh disaat ia hendak melangkah turun sedangkan bus kopaja tersebut sudah berjalan saja. Akhirnya dengan kerendahan hati sang istri pun membawa sang suaminya dalam rangkulan penuh cinta 'sudah pah, mamah nggak mau jadi masalah, mamah baik-baik saja kok' ucapnya dengan lembut. Terlihat sekali, jelas. Mereka saling menjaga, tidak ingin sang pasangannya terluka, mereka tetap menjaga janji sucinya hingga rambut mereka sudah memutih sebagian. Well, I'll be waiting someone who's always keep me with her heart, just for me. Samlekom!

Friday, February 1, 2013

Sepasang Bola Mata

Hari ini sepasang bola mata itu sudah tidak saling menatap bukan karena mereka saling membelakangi melainkan menutupi perasaan rindu yang setiap saat menghampiri mereka. 

'Hati-hati ya kamu'
'Iya..'
'Assalamualaikum'
'Waalaikumsalam' 

Tak seperti biasanya setelah salam sepasang bola mata itu tidak berhadapan, ia malu karna perasaan rindunya sudah bergejolak menjadi satu dengan perasaan sedih, sedih karna mereka tidak bisa menatap dalam waktu yang lama. Kini sepasang bola mata itu ingin segera cepat-cepat bertemu untuk saling menatap tentunya, lebih dalam karna pagi tadi mereka tak saling menatap.