Friday, September 7, 2012

Asyiknya Jadi Anak Bungsu (?)

Diisengin, dijahilin dan disuruh-suruh kakak adalah hal yang paling sering kita terima sebagai anak bungsu. Belum lagi, mama dan papa selalu memanjakan kita dan memperlakukan kita seperti anak kecil. Duh, nggak enak deh, pokoknya!
Tapi buat gue nggak selamanya jadi anak bungsu itu menyebalkan loooh. Justru, banyak juga keistimewaan yang bisa kita dapetin. Misalnya :
  • Kasih sayang yang luar biasa, akuin deh sebagai anak terkecil di rumah, pastinya terasa paling banyak dapat kasih sayang dari sekitar kan? Mulai dari papa, mama sampai kakak kita. Di balik sikap jahil mereka, sebenarnya tersimpan perhatian yang besar lho, buat kita.
  • Kita punya banyak “konsultan” pribadi. Papa, mama dan kakak sebenarnya adalah tempat kita berkonsultasi untuk banyak hal. Mulai dari urusan gak jelas sampai masalahyang teramat jelas.
  • Tempat penampungan barang turunan haha udah sering kan dengrr kalimat “Teteh udah nggak muat nih de pakai baju ini. Buat lo aja.” Itu baru soal baju, belum buku-buku sekolah, buku catatan kakak yang komplit dan juga tas kakak yang masih layak pakai. Semuanya nggak pakai beli alias gratis :p
  • Disadari atau nggak, kehadiran kita (bungsu) dalam keluarga, selalu dinantikan oleh semuanya. Mereka bakal merasa kangen dan kehilangan jika kita nggak ikutan kumpul keluarga. Soalnya, bungsu biasanya jago banget bikin suasana jadi ramai like me lah yak~~ 
  • Anggapan kalau bungsu itu adalah anak kecil dan nggak pernah dewasa sebetulnya tantangan buat kita. Daripada bete, lebih baik usaha buat buktiin ke keluarga kalau kita bukan model anak bungsu seperti yang ada di pikiran mereka. Kalau sampai berhasil, bukan kita saja yang bangga, tapi juga sekeluarga kita.   
 Bener nggak sih? kalau menurut gue sih bener ya selama kaluarga kita masih baik-baik aja. Maksudnya dhei? Ya pokoknya baik-baik-saja lah hehe

No comments:

Post a Comment