'neng, pulang kerja?'aku menjawabnya sambil berdiri karna bus kebanggaanku si 510 itu sudah datang menghampiri dan seperti biasa setiap sore bus ini selalu dipenuhi oleh pekerja-pekerja keras. Sesak, seperti tak ada ruang untukku bernafas, gelap karna disekitarku sudah dipenuhi dengan badan-badan besar, pegal karna bangku di bus itu sudah terisi penuh. 'Duh mbak jangan dorong-dorong dong' 'duh mbak ini bapak-bapak disamping saya bukan saya' seketika si mbak itu terdiam tetapi tidak lama setelah itu si mbak mulai menggerutu kembali 'mbak jangan dorong-dorong dong' 'mbak, kalau nggak mau desek-desekan ya jangan naik 510' ucapku sambil tersnyum manis nampaknya si mbak itu tersipu malu dan dia tidak menggerutu kembali. Ya begitu lah jakarta, begitu pula penduduknya yang diisi oleh berbagai macam sifat, berbagai macam sikap juga. Hari ini aku belajar banyak dari si bapak penjual bakso, kesabaran saat di gerrutukan orang yang jelas bukan salahku, tetapi akhirnya aku mempuyai sedikit senyum saat menaiki angkutan umum KR disana aku bertemu dengan supir yang baik hati, beliau asli garut dan aku mulai bercerita tentang kesukaanku terhadap kota itu. Dan perjalanan sesakku kali ini berakhir dengan pelukan rindu, pelukan yang selalu dan ingin aku jumpai setiap kali aku hendak pulang kerumah. Malam blogger, see you latter!
'Iya pak hehe'
'capek neng nyari uang di jakarta, mau ngasih makan buat anak-bini aja mesti jalan jauh begini, kaki pegel, asem urat duh banyak penyakitnya'
'iya pak, sabar aja siapa tahu suksesnya bapak ada dibalik tembok kelelahan yang bapak rasakan saat ini' kemudian bapak itu senyum sambil melihat wajahku duh apa ada yang salah dengan omonganku tadi? Kenapa bapak ini memandangiku seperti itu?
'Duh si neng, udah cantik, baik, bijak juga ternyata'
'ah si bapak bisa aja'
Wednesday, January 30, 2013
Perjalanan penuh sesak.
Ah akhirnya aku bisa lihat matahari sebelum tenggelam juga. Pukul 17:36 rupanya, 20 menit aku menunggu datangnya sebuah mini bus elite berwarnakan kuningan dengan list hijau. 510 Rambutan - Ciputat. Sudah hampir dua bulan aku menaiki bus ini, sebelumnya aku lebih sering menaiki 509 sama seperti 510 sih mereka adik-kakak hanya beda jurusan akhirnya saja. Sebelum bus itu datang nampaknya ada seorang penjual bakso keliling yang sedang beristirahat melepas lelah, sambil duduk di bangku panjang bersampingan denganku
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment