Aku bukan orang pintar yang bisa
menafsirkan berapa lama lagi waktu kita bersama dengan angka-angka. Aku juga
bukan siapa-siapa yang bisa menjamin apapun yang terbaik bagi kita. Aku hanya
sayang kamu, aku hanya melakukan yang terbaik buat kamu, aku hanya aku dan aku
hanya punya kamu.
Waktu kita sedang bertengkar, aku
selalu berdoa setelah apa yang terburuk ini aku ciptakan, akan aku tawarkan
sesuatu yang terbaik dari yang pernah ada. Aku bukan ngga mau berbuat apa-apa,
kali ini aku benar-benar hanya menitipkan semua pada mu. Aku percaya sekali, di
tanganmu semua akan baik-baik saja. Aku titip ke kamu aja, karena memang tidak
ada yang lain lagi bagiku.
Teruntuk Hermansyah, terimakasih untuk hari dan waktu yang telah kita lewati bersama...

No comments:
Post a Comment