Sebelumnya sulit membedakan
mana yang aku butuh dan mana yang aku mau.
Sampai akhirnya bertemu kamu.
Bersisian pernah saling membaca mata, sebatas kata.
Seindah cinta, sesederhana
kita.
Aku mensyukuri semua
tentangmu,
menerima segala ada dan ketidakberadaan sosokmu setiap waktu,
mengerti seluruh lelah dan keluh berjarak rindu.
Bahwa jika bukan dengan dan karena kamu,
Tidak akan sebahagia ini aku.
Terima kasih, kamu.
Untuk selalu setia menjadi bagian dari kisahku.
Untuk bersabar menunggu kita akan dipersatukan,
juga kepadaku kamu telah mempercayakan masa depan.
Untuk yang kelak menjadi Imam-ku : Hermansyah.
Penuh cinta, aku berterima kasih untuk segalanya.
No comments:
Post a Comment