Thursday, November 1, 2012

Happy Birthday... Dad!

Teruntuk semua Ayah di dunia ini and especially for my Dad...

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya. Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa? Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaan kalian setiap hari nya, tapi tahukah kalian, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kalian kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng. Tapi tahukah kalian, bahwa sepulang Papa bekerja dengan wajah lelah nya Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kamu lakukan seharian?

Pada saat kalian masih seorang anak perempuan kecil, Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggap kamu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepeda, kemudian Mama bilang  "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya", Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka. Tapi sadarkah kalian? Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkan kamu, menatap kamu, dan menjaga kamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Akan tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang". Tahukah kalian, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi.

Saat kamu sakit flu, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata "Sudah di bilang, kamu jangan minum air dingin!". Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihati kamu dengan lembut. Tapi ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja, kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam. Dan Papa bersikap tegas dengan mengatakan "Tidak boleh!". Tahukah kalian, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat-sangat luar biasa berharga. Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu, dan yang datang mengetok pintu dan membujuk kamu agar tidak marah adalah Mama. Tahukah kalian, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginan kamu, tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu.

Ketika saat seorang pria mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool seduniaPapa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir. Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut-larut, ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu. Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang sangat ditakuti Papa akan segera datang? "Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksa kamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata-mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti. Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa. Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain, Papa harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini-itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat. Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu sambil berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang". Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah "Tidak…. Tidak bisa!" Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu". Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "Putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"

Sampai saat seorang teman lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin. Karena Papa tahu, bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya saat Papa melihatmu duduk di panggung pelaminan bersama seseorang lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia. Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Papa menangis karena papa sangat Bahagia.

Kemudian Papa berdoa, dalam lirih doanya kepada Allah, Papa berkata "Ya Allah, tugasku telah selesai dengan baik, putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik. Bahagiakanlah ia bersama suaminya.."

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk, dengan rambut yang telah dan semakin memutih. Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya.

Papa telah menyelesaikan tugasnya.
Papa, Ayah, Bapak, Daddy, Pipi, Abi, Abuya, atau Abah kita adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat.
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis, dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal apapun itu.

Tersenyum dan bersyukurlah ketika kalian bisa merasakan kasih sayang seorang Ayah hingga tugasnya selesai. Jika kalian mengalaminya, kalian adalah salah satu orang yang paling beruntung.


HAPPY BIRTHDAY PAPA!
Semua doa yang terbaik untukmu, semoga allah selalu menjagamu, memberikanmu umur yang panjang, selalu diberikan kesehatan, dan semoga Papa akan selalu ada untukku kapanpun dan bagaimanapun aku nantinya. Terimakasih atas semua pengorbanan, kasih sayang, perjuangan yang selama ini telah Papa berikan untuk dee, Aa saman, Teteh Wiwi, Aa Agus, Aa Asmara, Aa Kurnia, Alm Aa Ade, dan Mamah tentunya. Tetap jadi Papa yang kami kenal, tetap rendah hati, berjiwa sosial dan tetap sabar menghadapi ke-egoisan anak-anaknya tentunya. We love you so much Pah! :*({})


Putri Kecilmu

Siti Nurhayati Amalia Hamka

No comments:

Post a Comment